MENANAMKAN
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
PADA
ANAK USIA DINI
Erni Rohmaningsih
2021116205
Ernirohmaningsih15@gmail.com
Abstrak
Dewasa ini banyak sekali orang tua yang menganggap bahwa
orangtua boleh melakukan apa saja terhadap anaknya karena berpendapat bahwa
anak adalah miliknya. Namun Islam memandang bahwa anak adalah milik Allah swt,
sedangkan orangtua adalah yang dipercaya dan diberi amanat oleh Allah swt untuk
mendidiknya sehingga tidak boleh memperlakukan seenaknya saja sesuai kehendak
dirinya,apalagi tidak sesuai dengan ajaran Islam. Banyak orangtua berpandangan
bahwa materi agama itu hanya sekedar tambahan saja dari materi-materi yang
banyak dipelajari. Maka dari itu orangtua harus menanamkan pendidikan agama
sedini mungkin agar anak tersebut saat dewasa kelak dapat memiliki akhlak yang baik. Apabila orang tua
muslim benar-benar menyadari hakikat anak mereka, niscaya akan bangkitlah
semangat untuk lebih waspada terhadap pendidikan anak-anak mereka. Jangan
sampai anak-anak yang hendak mereka tinggalkan sebagai generasi penerus itu
menjadi generasi lemah iman, akibatnya akan memberikan dampak buruk bagi
orangtuanya. Anak sebagai generasi penerus bangsa dan sumber insan bagi
pembangunan nasional maka harus diperhatikan dan dibina sedini mungkin agar menjadi
insan yang berkualitas dan berguna bagi bangsa.
Kata kunci: Menanamkan, pendidikan
agama Islam, usia dini.
PENDAHULUAN
Dilihat dari segi pemerataan kesempatan memperoleh
pendidikan di Indonesia baik melalui jalur pendidikan sekolah maupun pendidikan
luar sekolah menunjukkan bahwa anak usia dini yang memperoleh pelayanan pendidikan masih sangat
rendah. Rendahnya tingkat partisipasi anak mengikuti pendidikan anak usia dini berdampak pada
rendahnya kualitas sumber daya manusia Indonesia.Rendahnya kualitas pendidikan
didasarkan pada suatu kenyataan bahwa selama ini perhatian terhadap pendidikan
anak usia dini masih sangat rendah.
Anak sebagai rahmat,karunia dan sekaligus amanah dari
Allah swt menjadi tanggungjawab orangtua untuk mendidik dan membimbingnya
sesuai dengan kehendak Allah swt. Setiap anak dilahirkan dalam keadaan suci
tanpa noda dan dosa,sehingga ketika dalam perkembangan selanjutnya kemudian
anak menjadi tidak baik itu adalah karena pendidikan yang diterimanya.
Kebanyakan pendidikan moral yang dilakukan
disekolah-sekolah, tidak pernah memperhatikan bagaimana pendidikan itu dapat
berdampak terhadap perubahan perilaku, salah satu masalahnya adalah cara
pendidikan konvensional yang mengabaikan aspek internal individu dan terlalu
sibuk dengan mengisi aspek kognitifnya saja. Soal perilaku dan perasaan kerap
diabaikan, pengabaian pada perilaku ini kemudian berakibat pada lupanya anak
untuk menghiasi dirinya dengan perbuatan yang dapat diteladani.
Pembelajaran anak usia dini yang seharusnya 80% membangun
sikap saat ini justru fokus pada pembelajaran baca,tulis dan hitung yang
bernuansa akademik. Banyak orangtua berpandangan bahwa materi agama itu hanya
sekedar tambahan saja dari materi-materi
yang banyak dipelajari. Sehingga mengabaikan pembelajaran agama yang semestinya
penting untuk kehidupan masa depan anak. Dengan demikian nampak bahwa pendidikan akhlak dalam sistem pendidikan kita belum mendapatkan
porsi yang memadahi, sedangkan
pembentukan manusia yang baik hanya bisa terwujud melalui pendidikan akhlak
yang memadahi. Karena itu sebagai orang yang dianugerahi kenikmatan berupa anak
oleh Allah swt, maka orangtua memiliki kewajiban untuk mensyukuri kenikmatan
tersebut dengan cara mendidiknya sesuai dengan ketentuan dan perintah Allah swt sebagai karunia yang berdasarkan Al-Qura’n.
Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa pendidikan
anak usia dini di Indonesia menghadapi masalah yang serius : 1.) Banyaknya
Orang tua yang lebih mementingkan pembelajaran
kognitifnya saja dibanding dengan pembelajaran agama 2.) ketidaktahuan
pentingnya pendidikan anak usia dini 3.) mendidik anak dengan akhlak yang baik
dan sesuai dengan Al-Qura’n.
Bertolak dari masalah tersebut perlunya pendidikan yang
sesuai dengan anak usia dini untuk pembekalan
dimasa yang akan datang, orangtua berpengaruh penting terhadap pertumbuhan dan
perkembangan anak, dan pendidikan perlu mensinergikan antara pembelajaran
akademik dengan pembelajaran agama supaya bisa menjadikan anak berpendidikan
dan bermoral agama dengan bekal tersebut
supaya anak bisa menjadi insan yang berkualitas dan berguna bagi bangsa.
Hal yang perlu mendapat perhatian dalam kesempatan ini
adalah apa dan bagaimana cara mendidik anak usia dini yang sesuai dengan ilmu
pendidikan islam?
KONSEP DASAR ANAK USIA DINI
Anak sebagai amanah Allah swt yang
dititipkan kepada orangtua pada dasarnya harus memperoleh perawatan, perlindungan, serta perhatian yang cukup dari
kedua orangtua karena kepribadian ketika dewasa akan sangat bergantung kepada
pendidikan masa kecilnya terutama yang diperoleh dari keluarga dan orangtuanya.
Pada masa anak usia dini pendidikan
yang diperoleh jauh lebih membekas dibandingkan dengan anak telah dewasa karena
pada masa anak usia dini itu merupakan pondasi untuk menjadikan anak memiliki
kepribadian yang sempurna. Dengan demikian maka sesungguhnya kedua orang tua
itulah yang memiliki tanggungjawab langsung dan lebih besar terhadap pendidikan
anak-anaknya.
Oleh karena itu sebagai orang yang dianugerahi kenikmatan
berupa anak oleh Allah swt ,maka orangtua memiliki kewajiban untuk mensyukuri
kenikmatan tersebut dengan cara mendidiknya sesuai dengan ketentuan dan
perintah Allah swt.
Pendidikan anak usia dini (PAUD) adalah jenjang
pendidikan sebelum pendidikan dasar yang merupakan suatu upaya pembinaan yang
ditunjukan bagi anak sejak lahir hingga dengan usia enam tahun.Yang dilakukan
melalui pemberian rangsangan pendidikan untukmembantu pertumbuhan memasuki
pendidikan lebih lanjut, yang diselenggarakan pada jalur formal, nonformal, dan
informal (Hasan,2009).
Secara instutisional,
pendidikan anak usia dini diartikan
sebagai salah satu bentuk penyelenggaraan pendidikan yang menitikberatkan pada
peletakan dasar ke arah pertumbuhan dan perkembangan, baik koordinasi motorik
(halus dan kasar), kecerdasan emosi, kecerdasan jamak (multiple
intellegence) maupun kecerdasan spiritual, serta sosioemosional (sikap
perilaku serta agama) bahasa dan komunikasi, yang disesuaikan dengan keunikan
dan tahap-tahap perembangan yang dilalui oleh anak usia dini (Suyadi, 2013:23).
Menurut Mansur(2009:87) “Anak usia dini adalah kelompok
manusia yang berusia 0-6 tahun berdasarkan UU No 20 Tahun 2003 tentang sistem
Pendidikan Nasional, adapun berdasarkan para pakar pendidikan anak ,yaitu
kelompok manusia yang berusia 9-8 tahun”.
Jadi anak usia dini adalah kelompok anak yang
berada dalam proses pertumbuhan dan perkembangan.
Menurut Rahman (2014:11) fase pertumbuhan
manusia usia 0-6 tahun. Fase ini adalah fase pondasi.Fase yang sangat penting
bagi anak untuk menjalani kehidupan pada fase-fase berikutnya. Maka dari itu
pada fase ini dorongan atau rangsangan yang diberikan orangtua maupun
lingkungan sekitar akan membekas kuat dalam ingatan anak.
Oleh karenanya sebagai orang tua kita tidak bisa
menganggap remeh fase kanak-kanak awal ini. Jika pertumbuhan pada fase ini
berjalan dengan baik ,maka pada fase berikutnya akan berjalan baik pula. Namun
begitupun sebaliknya jika perkembangan anak pada fase ini buruk, maka pada fase
berikutnya juga akan mengalami keburukan. Maka dari itu, pada fase ini sudah
menjadi kewajiban bagi orang tua untuk memberikan keteladanan yang baik serta
menghindarkan anak dari keburukan.
Menurut Mansur(2009:84) Usia lahir
sampai memasuki pendidikan dasar
merupakan masa keemasan sekaligus masa kritis dalam tahapan kehidupan, yang
akan menentukan perkembangan anak selanjutnya.Masa ini merupakan masa yang
tepat untuk meletakkan dasar-dasar pengembangan kemampuan fisik, bahasa, sosial-emosial,
konsep diri, seni,moral dan nilai-nilai agama.
Anak pada usia dini merupakan masa yang sangat bagus
untuk perkembangan dan pertumbuhan sehingga pada anak usia dini ini peran
orangtua sangat berperan penting dalam kehidupan anak. Dengan
demikian upaya pengembangan seluruh potensi anak harus dimulai pada usia dini
agar pertumbuhan dan perkembangan anak tercapai secara optimal.
Hak Anak sebagaimana diatur dalam UU
No 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak
yang menyatakan bahwa setiap anak berhak untuk hidup, tumbuh, berkembang
dan berpartisipasi secara wajar sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan, serta mendapat perlindungan dari kekerasan
dan diskriminasi. Salah satu dari implementasi hak tersebut adalah setiap anak
berhak memperoleh pendidikan dan
pengajaran dalam rangka pengembangan pribadinya dan tingkat kecerdasannya
sesuai dengan minat dan bakat yang dimiliki (Mansur,2009:18).
Hak anak yang diatur dalam
Undang-undang tersebut harus dipenuhi oleh orang tuanya dan pemenuhan berbagai
macam kebutuhan anak mulai dari kesehatan, nutrisi, dan stimulasi pendidikan
juga tak lepas dari tanggung jawab orangtua.
Prinsip pelaksanaan program pendidikan
anak usia dini harus mengacu pada prinsip umum yang terkandung dalam konvensi
hak anak yaitu :1.) Nondiskriminasi artinya bahwa semua anak dapat mengecap
pendidikan usia dini tanpa membedakan suku bangsa, jenis kelamin, bahasa, agama
, tingkat sosial, serta kebutuhan khusus setiap anak 2.) Dilakukan demi
kebaikan terbaik untuk anak merupakan suatu bentuk pengajaran yang sesuai
dengan tingkat perkembangan kognitif, emosional, konteks sosial budaya di mana
anak-anak itu berada 3.) Mengakui adanya hak hidup karena setiap manusia pasti
memiliki hak hidup dan melekat pada manusia itu sendiri, kelangsungan hidup dan
perkembangan yang sudah melekat pada anak 4.) Penghargaan terhadap pendapat
anak perlu mendapatkan perhatian dan tanggapan terutama menyangkut kehidupan
anak (Mansur 2009: 28).
Dalam
mendidik anak usia dini kasih sayang menjadi faktor utama yang harus dipenuhi
oleh orang tua. Karena kasih sayang adalah bukti cinta kasih dan belas kasih
seseorang kepada orang lain.
Menurut
Yusuf (2014:13) “Dalam salah satu risalahnya, Sayyidina Ali r.a dengan tegas berkata
wajib atasmu untuk menyayangi anakmu melebihi kasih sayangnya terhadapmu”.
Oleh karena itu orang tua untuk
menyayangi anaknya melebihi sayangnya terhadap dirinya sendiri dengan
menyayangi anak, orang tua dapat memberikan pendidikan yang terbaik untuk
anaknya. Kasih sayang yang diberikan dapat berupa mencium, menggendong, atau
menemani anak jalan-jalan.
Banyak orang tua yang beranggapan
bahwa dengan memberikan keinginan anak secara materi maka kewajiban mencurahkan
kasih sayang sudah tidak dipedulikan lagi padahal kasih sayang tidak hanya
mencukupi kebutuhan anak secara materi melainkan kebutuhan psikologi anak.
Apabila ada orang tua yang hanya mencukupi kebutuhan materi saja maka orang tua
itu tidak mengerti bagaimana mewujudkan kasih sayang yang sanggup memberikan
kontribusi positif dalam diri anak untuk bekal dimasa yang akan datang.
Menurut Rahman (2014:17) manfaat kasih
sayang bagi anak adalah sebagai berikut : 1.) menumbuhkan rasa percaya diri 2.)
menumbuhkan kemampuan membina hubungan yang hangat 3.) menumbuhkan semangat
mengasihi sesama dan peduli pada orang lain 4.) melatih disiplin 5.)
berpengaruh pada pertumbuhan intelektual dan psikologis.
Rasa percaya diri pada anak usia dini
sangat penting karena bisa menumbuhkan keyakinan bahwa diri anak berharga bagi
orang lain. Hubungan yang hangat dari orangtua menjadi pelajaran bagi anak
untuk kelak diterapkan dalam kehidupan setelah ia tumbuh dewasa begitupun
sebaliknya hubungan yang buruk akan menjadi pengalaman yang dramatis bagi anak,
mengasihi sesama manfaat dari kasih sayang orangtua kepada anaknya sehingga
anak tersebut memiliki sensitivitas yang tinggi terhadap orang lain dan
lingkungan sekitarnya, melatih disiplin manfaat dari kasih sayang anak yang
diberikan kasih sayang lebih mudah untuk diatur dan diarahkan secara
proporsional, dan kasih sayang yang terjalin akan mempengaruhi pertumbuhan
fisik, intelektual dan kognitif serta perkembangan psikologis anak.
Dampak negatif kurangnya kasih sayang
dalam masalah emosional : 1.) ganguan berbicara disebabkan karena kurangnya
kasih sayang yang dialami oleh anak sejak dini yang mengakibatkan anak
merasakan ketidaknyamanan dan kurang percaya diri dalam mengungkapkan
keinginannya akibatnya anak tersebut tidak terbiasa mengungkapkan atau
mengekspresikan diri lewat kata-katanya 2.) perkembangan konsep diri yang
negatif disebabkan oleh kurangnya kasih sayang sehingga anak merasa tidak
diperhatikan, disingkirkan, tidak berharga sehingga anak tidak ingin
didekatidan tanpa sadar anak mengekspresikan melalui tingkah laku yang
aneh-aneh dan suka mencari perhatian dengan cara-cara yang negatif hal itu
biasa disebut sebagai nakal, liar dan menyimpang (Rahman 2014: 20).
Maka dari itu sebaiknya orang tua
memberikan kasih sayang kepada anaknya untuk memberikan kontribusi yang positif
pada diri anak tersebut apabila tidak tercukupinya kasih sayang maka akan
memberikan efek negatif kepada diri anak terebut seperti kurangnya kecerdasan
intelektual anak, gangguan berbicara, perkembangan konsep diri yang negatif.
Konsep Dasar Pendidikan Agama Islam bagi Anak
Pendidikan anak usia dini adalah suatu proses
pembinaan tumbuh kembang anak usia lahir hingga enam tahun secara menyeluruh,
yang mencakup aspek fisik dan non fisik, dengan memberikan rangsangan bagi
perkembangan jasmani, rohani ( moral
dan spiritual), motorik, akal pikir, emosional, dan sosial yang tepat agar anak
dapat tumbuh dan berkembang secara optimal.
Beberapa cara yang dapat dilakukan orang tua untuk
mengasah kecerdasan spiritual anak adalah sebagai berikut memberi contoh. Anak
usia dini mempunyai sifat suka meniru. Karena orangtua merupakan lingkungan
pertama yang ditemui anak, maka ia cenderung meniru apa yang diperbuat oleh
orangtuanya.
Di sinilah peran orangtua untuk memberikan contoh yang
baik bagi anak, misalnya mengajak anak untuk ikut berdo’a. Takkala sudah
waktunya sholat, ajaklah anak untuk segera mengambil air wudhu dan segera
menunaikan sholat. Ajari sholat berjamaah dan membaca surat-surat pendek Al-Qur’an dan Hadist-Hadist pendek.
Melibatkan anak menolong orang lain, anak usia dini
diajak untuk beranjangsana ketempat orang yang membutuhkan pertolongan. Anak
disuruh menyerahkan sendiri bantuan kepada yang membutuhkan, dengan demikian
anak akan memiliki jiwa sosial.
Bercerita serial keagamaan bagi orang tua yang mempunyai
hobi bercerita, luangkan waktu sejenak untuk menidurkan anak dengan cerita
kepahlawanan atau serial keagamaan. Selain memberikan rasa senang pada anak,
juga menanamkan nilai-nilai kepahlawanan atau keagamaan pada anak dan konsisten
dalam mengajarkannya. Dalam mengajarkan nilai-nilai spiritual pada anak diperlukan
kesabaran, tidak semua yang kita lakukan berhasil pada saat itu juga, dakalanya
memerlukan waktu yang lama dan berulang.
Pendidikan agama Islam
adalah pendidikan dengan melalui ajaran-ajaran agama Islam, yaitu berupa
bimbingan dan asuhan terhadap anak didik agar nantinya setelah selesai dari
pendidikan ia dapat memahami, menghayati dan mengamalkan ajaran-ajaran Islam
itu sebagai suatu pandangan hidupnya demi keselamatan dan kesejahteraan hidup
di dunia dan di akhirat kelak (Daradjat,2002:43).
Adapun pokok-pokok pendidikan yang
harus diberikan kepada anak tiada lain
adalah ajaran Islam itu sendiri. Ajaran Islam secara garis besar dapat
dikelompokkan menjadi tiga, yakni akidah, ibadah, dan akhlak. Maka pokok-pokok
pendidikan yang harus diberikan kepada anakpun sedikitnya harus meliputi
pendidikan akidah, pendidikan ibadah , dan pendidikan akhlak (Mansur 2009:115).
Pendidikan akidah, Islam menempatkan
pendidikan akidah pada posisi yang paling mendasar, yakni terposisikan dalam
rukun yang pertama dari rukun Islam yang lima, sekaligus sebagai kunci yang
membedakan antara orang Islam dengan non islam. Lamanya waktu dakwah Rosul
dalam rangka mengajak ummat agar bersedia mentauhidkan Allah menunjukkan betapa
penting dan mendasarnya pendidikan akidah islamiah bagi setiap umat muslim pada
umumnya. Terlebih pada kehidupan anak, maka dasar-dasar akidah harus terus
menerus ditanamkan pada diri anak agar setiap perkembangan dan pertumbuhannya
senantiasa dilandasi oleh akidah yang benar.
Menurut Muhammad SA.Ibrahimi dalam
Mujib dan Mudzakir (2006:25) menyatakan bahwa pendidikan Islam dalam hal
sebenarnya adalah suatu sistem pendidikan yang memungkinkan seseorang dapat
mengarahkan kehidupannya sesuai dengan ideologi Islam, sehingga ia dengan mudah
dapat membentuk hidupnya sesuai dengan ajaran Islam.
Maksudnya bahwa pendidikan Islam
merupakan suatu sistem yang didalamnya terdapat beberapa komponen yang saling
kait mengait misalnya kesatuan sistem aqidah, ibadah, dan akhlak. Pendidikan
islam juga dilandaskan atas ideologi Islam sehingga proses pendidikan Islam
tidak bertentangan dengan norma dan nilai dasar ajaran Islam.
Islam menempatkan pendidikan akidah
pada posisi yang paling mendasar, terlebih pada kehidupan anak maka dasar-dasar
akidah harus terus menerus ditanamkan pada diri anak agar setiap perkembangan
dan pertumbuhannya senantiasa dilandasi oleh akidah yang benar.
Sejalan dengan firman Allah yang artinya
:” dan ingatlah ketika Lukman berkata kepada anaknya diwaktu ia memberi
pelajaran padanya: hai anakku janganlah kamu mempersekutukan Allah,
sesungguhnya mempersekutukan Allah benar-benar merupakan kedhaliman yang besar”(Qs. Luqman:13)
Sebagaimana yang kita ketahui
menanamkan akidah dalam diri anak adalah persoalan yang amat penting dalam
pendidikan agama sebab akidah sebagai pondasi utama bagi anak menjalankan
ibadah. Lain halnya dengan mengajarkan Al-Qur’an kepada anak hal ini
dimaksudkan agar anak meyakini bahwa Allah adalah Tuhannya dan mengetahui bahwa
Al-Qur’an adalah firman Allah swt. Pendidikan ibadah mengenai tata peribadahan
menyeluruh hendaklah diperkenalkan sedini mungkin dan sedikit dibiasakan dalam
diri anak. Hal itu dilakukan agar kelak mereka tumbuh menjadi insan yang
benar-benar taqwa.
Aspek pendidikan ibadah ini khususnya
pendidikan sholat yang disebutkan dalam firman Allah yang artinya : “ hai
anakku, dirikanlah sholat dan suruhlah manusia untuk mengerjakan yang baik dan
cegahlah mereka dari perbuatan mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang
menimpa kamu, sesungguhnya hal yang demikian itu termasuk diwajibkan oleh Allah”(Qs.Luqman:17).
Ayat tersebut menjelaskan pendidikan
sholat tidak terbatas tentang menjalankan sholatnya melainkan menanamkan
nilai-nilai dibalik sholat. Dengan demikian mereka harus mampu tampil sebagai
pelopor amar makruf nahi munkar serta jiwanya teruji sebagai orang yang sabar.
Menanamkan nilai-nilai yang baik tidak hanya berdasarkan pertimbangan waktu dan
tempat meskipun kebaikan itu hanya sedikit jika dibandingkan dengan kejahatan.
Oleh karena itu sebagai orangtua dalam membimbing anaknya harus berdasarkan
nilai-nilai ketauhidan yang diperintahkan oleh Allah.
Mengajarkan anak untuk ibadah bukanlah
semata-mata untuk membebani dengan kewajiban, melainkan untuk masa persiapan,
latihan,dan pembiasaan agar setelah baligh nantinya ia bisa mengemban
kewajibannya beribadah kepada Allah swt. Tahapan dalam mengajarkan ibadah
kepada anak yaitu mengajarkan anak sholat,melatih anak berpuasa pada bulan
ramadhan, dan berdo’a .
Dalam rangka menyelamatkan dan
memperkokoh akidah islamiah anak, pendidikan anak harus dilengkapi dengan
pendidikan akhlak yang memadai dalam Al-Qur’an sendiri banyak sekali ayat yang
menyindir,memerintahkan atau menekankan pentingnya akhlak bagi setiap hamba
Allah yang beriman. Dalam mendidik akhlak kepada anak-anak harus diberikan
teladan yang tepat. Karena pendidikan akhlak sangat penting sekali bahkan
Rasulullah sendiri diutus oleh Allah untuk menyempurnakan akhlak.
Menurut al-Ghazali “akhlak adalah sesuatu
dalam jiwa yang mendorong seseorang mempunyai potensi-potensi yang sudah ada
sejak lahir” (Rahman 2014:12).
Membentuk karakter anak sejak dini,
dalam ajaran Islam saat anak dilahirkan ia dalam keadaan suci dan lingkungan sekitarnyalah
yang memberikan karakter anak. Sayyidina
Ali berpesan untuk membentuk kepribadian atau karakter anak sejak dini dengan
berkiblat pada Al-Qura’n dan Hadist. Akhlak terpuji pada seseorang berfungsi
mengantarkan manusia untuk mencapai kesenangan , keselamatan, dan kebahagiaan
baik didunia maupun diakhirat.
Kegunaan akhlak terpuji yaitu :1.) mewujudkan
kesejahteraan masyarakat 2.) mengungkapkan masalah dengan objektif 3.)
meningkatkan motivasi untuk menggali ilmu
Mewujudkan kesejahteraan masyarakat
maksudnya adalah akhlak merupakan suatu alat yang digunakkan untuk
mengoptimalkan sumber daya potensi untuk mencapai kesejahteraan hidup manusia
baik didunia maupun diakhirat. Objektivitas lebih dipercaya masyarakat daripada
unsur subjektif,ini menjadikan model bagi akhlak al-karimah diterima sebagai
sebuah konsep yang mampu memberikan jaminan manusia untuk selamat didunia dan
akhirat. meningkatkan motivasi untuk menggali ilmu maksudnya adalah dengan
adanya penemuan baru akan mendorong masyarakat untuk lebih jauh menyibak
kebenaran konsep akhlak, masalah perkembangan akhlak selama ini lebih banyak
dipengaruhi oleh kurang adanya bukti nyata dalam mempengaruhi peningkatan
akhlak masyarakat.
Menurut Mujib dan Jusuf (2006: 64) Sumber
ajaran Islam terdiri atas enam macam
yaitu : Al-Qur’an, As-sunah, madzhab shahabi (kata-kata sahabat), kemaslahatan
umat (mashalil almursalah), adat kebiasaan masyarakat(‘uruf) dan hasil
pemikiran para ahli (ijtihad). Keenam sumber tersebut didudukan secara
hierarkis. Artinya rujukan pendidikan islam diawali dari sumber pertama yaitu
Al-Qur’an untuk kemudian dilanjutkan pada sumbersumber berikutnya secara
beraturan.
Implementasi pendidikan karakter
dalam Islam tersimpul dalam pribadi Rasulullah
saw hal ini termaktub dalam surat al-Ahzab ayat 21” sesungguhnya telah ada pada
diri Rosulullah itu suri teladan yang baik bagimu, (yaitu) bagi orang yang
mengharap rahmat Allah dan kedatangan hari akhir dan dia banyak menyebut Allah.
Sesungguhnya Rasulullah saw adalah
contoh serta teladan yang baik bagi orangtua dalam mengajarkan serta menanamkan
karakter mulia kepada anak-anaknya. Sebaik-baik manusia adalah mereka yang baik
akhlak atau karakternya. Dan manusia yang sempurna adalah mereka yang memiliki
akhlak karimah lantaran ia adalah cermin iman yang sempurna. Jika akhlak atau
yang baik merupakan cermin dari kesempurnaan iman, maka membentuk karakter anak
menjadi hal mutlak yang harus dilakukan oleh orang tua.
PENUTUP
Pendidikan agama Islam tentu sangat
penting untuk anak usia dini. Tujuan pendidikan agama Islam sendiri untuk
menjadikan anak bermoral dan bertingkahlaku sesuai dengan Al-Qura’n dan Hadist.
Pada masa anak usia
dini pendidikan yang diperoleh jauh lebih membekas dibandingkan dengan anak
telah dewasa karena pada masa anak usia dini itu merupakan pondasi untuk
menjadikan anak memiliki kepribadian yang sempurna. Para orang tua menjadi
bagian yang penting dalam pendidikan anak usia dini karena pada anak usia dini
interaksi sosial
dan emosional lebih banyak terjadi dalam keluarga. Keterlibatan orangtua dalam
pendidikan anak usia dini sangat diperlukan, sebagai bentuk dan perwujudan
tanggung jawab terhadap pendidikan anak.
DAFTAR PUSTAKA
Daradjat, Zakiah. 2002. Ilmu Pendidikan agama Islam.
Jakarta: Bumi Aksara.
Juwariyah. 2010. Pendidikan anak dalam
Al-Qura’n. Yogyakarta : Penerbit Teras.
Mansur. 2009. Pendidikan Anak Usia Dini dalam Islam.
Yogyakarta : Pustaka Pelajar.
Mujib,Abdul dan
Mudzakkir Jusuf. 2006. Ilmu Pendidikan Islam. Jakarta : Prenada Media.
Rahman, Yusuf A. 2014. Didiklah Anakmu Seperti Sayyidina Ali bin
Abi Thalib. Yogjakarta: Diva Press.
Suyadi. 2013. Konsep Dasar PAUD. Bandung:
Remaja Rosdakarya.